Contact : 0813 5009 5007 Available 24/7

18 Office Tower

Jakarta

Spazio Tower

Surabaya

Podomoro City

Medan

Graha Raya

Tanggerang

Kebijakan Pemanis Susu: Apakah Ada?

Banyak orang mungkin bertanya-tanya apakah ada kebijakan Pemanis susu. Susu merupakan salah satu minuman yang penting bagi kesehatan manusia, terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul kekhawatiran tentang penambahan gula dalam susu yang dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Sebagai tanggapan atas kekhawatiran ini, beberapa negara dan organisasi telah mengeluarkan kebijakan terkait penambahan gula dalam susu. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mengurangi konsumsi gula berlebihan dan mendorong masyarakat untuk memilih susu yang lebih sehat.

Kebijakan Internasional

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan pedoman terkait konsumsi gula dalam susu. Menurut WHO, anak-anak dan orang dewasa seharusnya tidak mengonsumsi lebih dari 10% kalori harian dari gula tambahan. Untuk anak-anak di bawah 2 tahun, konsumsi gula tambahan sebaiknya dihindari sepenuhnya.

Beberapa negara juga telah mengadopsi kebijakan terkait penambahan gula dalam susu. Misalnya, di Meksiko, pemerintah telah memberlakukan pajak tinggi pada minuman manis, termasuk susu yang mengandung gula tambahan. Tujuannya adalah untuk mengurangi konsumsi minuman manis dan mendorong masyarakat untuk memilih opsi yang lebih sehat.

Kebijakan di Indonesia

Di Indonesia, saat ini belum ada kebijakan yang secara khusus mengatur penambahan gula dalam susu. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peraturan terkait penambahan gula dalam produk pangan, termasuk susu. Menurut peraturan tersebut, jumlah gula tambahan dalam produk pangan sebaiknya tidak melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah meluncurkan program “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” (Germas) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. Salah satu fokus Germas adalah mengurangi konsumsi gula berlebihan, termasuk dalam susu.

Meskipun belum ada kebijakan yang secara khusus mengatur penambahan gula dalam susu di Indonesia, penting bagi produsen susu dan konsumen untuk memperhatikan jumlah gula yang terkandung dalam produk susu. Konsumen dapat memilih susu yang rendah gula atau tanpa tambahan gula, sementara produsen susu dapat berupaya mengurangi jumlah gula tambahan dalam produk mereka.

Pilihan Susu yang Lebih Sehat

Bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi gula dalam susu, ada beberapa pilihan susu yang lebih sehat. Pertama, susu tanpa tambahan gula adalah pilihan terbaik. Susu ini tidak mengandung gula tambahan dan hanya mengandung gula alami yang terdapat dalam susu.

Kedua, susu rendah gula adalah pilihan yang baik bagi mereka yang masih ingin menikmati rasa manis dalam susu. Susu ini mengandung jumlah gula yang lebih rendah dibandingkan dengan susu biasa.

Ketiga, susu nabati seperti susu almond, susu kedelai, atau susu kelapa juga merupakan alternatif yang sehat. Susu nabati ini umumnya memiliki kadar gula yang lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi.

Terakhir, susu fermentasi seperti yoghurt atau kefir juga dapat menjadi pilihan yang baik. Susu fermentasi ini mengandung bakteri baik yang dapat membantu pencernaan dan memiliki rasa yang manis alami tanpa tambahan gula.

Dalam memilih susu yang lebih sehat, penting untuk membaca label produk dan memperhatikan jumlah gula yang terkandung di dalamnya. Pilihlah susu yang memiliki jumlah gula tambahan yang rendah atau bahkan tanpa tambahan gula.

Kesimpulan

Meskipun belum ada kebijakan yang secara khusus mengatur penambahan gula dalam susu di Indonesia, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan konsumsi gula dalam susu. Organisasi internasional seperti WHO telah mengeluarkan pedoman terkait konsumsi gula tambahan, dan beberapa negara telah mengadopsi kebijakan terkait penambahan gula dalam susu.

Bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi gula dalam susu, ada beberapa pilihan susu yang lebih sehat seperti susu tanpa tambahan gula, susu rendah gula, susu nabati, dan susu fermentasi. Penting untuk membaca label produk dan memilih susu yang memiliki jumlah gula tambahan yang rendah atau bahkan tanpa tambahan gula.

Tags :
Share This :

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

Have Any Question?