Contact : 0813 5009 5007 Available 24/7

18 Office Tower

Jakarta

Spazio Tower

Surabaya

Podomoro City

Medan

Graha Raya

Tanggerang

Take Home Pay: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contohnya

mengelola kewajiban pajak dengan lebih efisien dan tepat waktu.

Take home pay (THP) adalah jumlah pembayaran bersih yang diterima oleh karyawan setelah dikurangi potongan-potongan seperti pajak penghasilan (PPh 21), BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan potongan lainnya.

Banyak orang sering salah mengartikan take home pay sebagai gaji pokok. Padahal, gaji pokok hanyalah salah satu komponen dalam perhitungan THP. Pemahaman yang jelas mengenai THP sangat penting baik bagi karyawan maupun pemberi kerja, terutama dalam perencanaan keuangan.

Perbedaan Take Home Pay dan Gaji Pokok

Meskipun sering digunakan secara bergantian, THP dan gaji pokok adalah dua hal yang berbeda. Berikut perbedaannya:

AspekGaji PokokTake Home Pay
DefinisiKomponen utama dalam penghasilan karyawanGaji bersih yang diterima setelah dikurangi potongan
KomponenHanya gaji pokokGaji pokok + tunjangan tetap + tunjangan tidak tetap + bonus – potongan (pajak, BPJS, pinjaman, dll.)
Jumlah yang diterimaTetap sesuai kontrak kerjaBisa berubah tergantung tunjangan dan potongan
RegulasiDitentukan dalam kontrak kerja dan regulasi UMRDipengaruhi oleh kebijakan perusahaan dan regulasi pajak

Dengan memahami perbedaan ini, karyawan bisa lebih mudah mengatur keuangan dan memperkirakan penghasilan bersih yang akan diterima setiap bulannya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, gaji pokok minimal harus sebesar 75% dari total gaji pokok dan tunjangan tetap yang diterima karyawan.

Komponen dalam Perhitungan Take Home Pay

Untuk memahami lebih lanjut, mari kita lihat beberapa komponen yang memengaruhi THP:

1. Pendapatan Rutin

Pendapatan rutin adalah penghasilan tetap yang diterima karyawan setiap bulan, terdiri dari:

  • Gaji Pokok. Komponen utama dalam gaji karyawan.
  • Tunjangan Tetap. Seperti tunjangan jabatan, tunjangan makan, dan tunjangan transportasi yang diberikan secara tetap setiap bulan.

2. Pendapatan Insidentil

Pendapatan insidentil adalah penghasilan tambahan yang tidak tetap, seperti:

  • Bonus Tahunan
  • Tunjangan Kinerja
  • Uang Lembur
  • Insentif Target

3. Potongan Gaji

THP juga dipengaruhi oleh potongan yang wajib dibayarkan, seperti:

  • Pajak Penghasilan (PPh 21). Pajak yang dikenakan atas penghasilan karyawan.
  • BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Iuran wajib bagi pekerja formal.
  • Potongan Pinjaman Perusahaan. Jika ada cicilan pinjaman yang dilakukan melalui perusahaan.

Cara Menghitung Take Home Pay

Secara sederhana, rumus THP adalah:

Take Home Pay = (Pendapatan Rutin + Pendapatan Insidentil) – Potongan Gaji

Agar lebih jelas, mari kita lihat contoh perhitungan berikut:

Contoh Slip Gaji Karyawan:

Komponen GajiNominal (Rp)
Gaji Pokok7.000.000
Tunjangan Jabatan1.000.000
Tunjangan Transportasi500.000
Bonus Kinerja2.000.000
Uang Lembur500.000
Total Pendapatan11.000.000
Potongan PPh 21500.000
Potongan BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan500.000
Potongan Lainnya200.000
Total Potongan1.200.000
Take Home Pay (Gaji Bersih)9.800.000

Dari contoh di atas, karyawan menerima gaji bersih sebesar Rp9.800.000 setelah dipotong pajak dan iuran lainnya.

Mengapa THP Penting bagi Karyawan dan Perusahaan?

1. Bagi Karyawan

  • Membantu dalam perencanaan keuangan pribadi.
  • Mengetahui penghasilan bersih yang akan diterima setiap bulan.
  • Transparansi dalam potongan gaji.

2. Bagi Perusahaan

  • Memastikan kepatuhan terhadap regulasi perpajakan dan ketenagakerjaan.
  • Memudahkan pengelolaan payroll secara efisien.
  • Menghindari kesalahan perhitungan gaji yang dapat menimbulkan sengketa.

Pentingnya Menggunakan Sistem Penggajian Otomatis

Banyak perusahaan kini menggunakan Aplikasi Payroll & Pajak Online untuk menghitung THP secara otomatis, mengurangi risiko kesalahan, serta memastikan pembayaran pajak dan BPJS tepat waktu.

Kesimpulan

Take home pay adalah penghasilan bersih yang diterima karyawan setelah dilakukan pemotongan pajak, BPJS, dan potongan lainnya. Pemahaman tentang THP sangat penting bagi karyawan agar dapat mengelola keuangan dengan baik dan bagi perusahaan dalam perencanaan anggaran penggajian.

Dengan memahami cara perhitungan THP. Karyawan dapat mengetahui berapa gaji bersih yang akan diterima setiap bulan dan mengelola keuangan dengan lebih baik.

Tags :
Share This :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

Have Any Question?